Tujuh Mitos yang keliru seputar donor darah


mitos-dan-fakta

Tentu kita sadar bahwa sampai saat ini ketersediaan stok darah untuk di transfusikan kepada yang membutuhkan sering tidak tersedia. Bahkan sangat sering ketidaktersediaan stok darah mengakibatkan upaya penyelamatan nyawa seseorang jadi terhalang.

Kejadian demi kejadian di atas menyebabkan munculnya pertanyaan dari semua pihak. Bagaimana cara agar ketersediaan darah dapat terpenuhi?. Mengacu pada pertanyaan tersebut kita harus paham bahwa, darah adalah produk yang tidak bisa disintesis atau dibuat, ketersediaan darah sangat bergantung pada pendonor darah sukarela. Untuk itu meningkatkan jumlah pendonor sukarela adalah satu satu nya solusi.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa donor darah adalah perbuatan mulia dan kita semua ingin melakukannya, tetapi kadang beberapa orang justru takut atau bahkan tidak mau melakukannya karena dihantui adanya mitos seputar donor darah. Untuk menyamakan persepsi kita semua, penulis mencoba mengangkat beberapa mitos terkait donor darah agar para pembaca bisa mencermati sendiri.

Mitos yang keliru

Mitos#1 Kesehatan akan menurun setelah donor darah akibat kekurangan darah. Jumlah darah yang diambil saat mendonorkan darah sebayak 350 s/d 450 cc. Itu artinya, dengan estimasi volume darah dewasa sejumlah 5000 cc, maka hanya sekitar 7 sampai 9 persen darah yang di donorkan. Secara fisiologis, gangguan fungsi tubuh akibat kehilangan darah terjadi apabila kehilangan darah sebanyak 20 persen dari total darah tubuh. Atas dasar di atas, donor darah aman dan tidak akan menimbulkan keluhan. Namun, sebagian kecil orang cendrung merasa lemas, pusing, mual setelah mendonorkan darah. Kejadian itu sering muncul akibat persepsi yang terbentuk di awal, sehingga tubuh merespon munculnya keluhan tersebut. Jangan khawatir, jika keluhan tersebut muncul, dapat diatasi dengan berbaring sesaat sekitar 10 menit paska donor serta dengan mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Seorang ahli gizi dari Snap Fitness India, Annapurna Agrawal menyarankan, “Sebelum donor, pastikan cukup minum air. Ini akan membuat tubuh terus terhidrasi dan mengurangi lemas yang mungkin di rasakan setelah donor.”

Mitos#2 Tipe golongan darah termasuk tipe umum, jadi saya tidak perlu mendonorkan darah karena hanya akan berlebihan. Setiap darah yang ditransfusikan kepada yang perlu harus memenuhi syarat kecocokan seperti sama tipe golongan darah. Untuk itu, justru jika golongan darah anda termasuk tipe umum, berarti akan ada lebih banyak jumlah orang yang membutuhkan golongan darah Anda.

Mitos#3 Ketika berpuasa tidak boleh donor darah. Data dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, jumlah pendonor di bulan puasa turun hingga 60 persen dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, sama pula halnya yang terjadi di daerah kita, Aceh. Secara medis, donor darah tetap dapat dilakukan selama puasa, hanya saja ada beberapa persyaratan tambahan yang harus dipenuhi, diantaranya; cukup makan minum saat sahur dan berbuka, dan sebaiknya mendonorkan darah di malam hari.

Mitos#4 Donor darah secara teratur dapat menyebabkan obesitas. Proses pembentukan kembali komponen darah yang telah kita donorkan justru malah membakar kalori. Maka secara teoritis tidak ada keterkaitan antara kegemukan dan donor darah. Permasalahannya, pendonor cendrung akan makan lebih banyak setelah donor darah, inilah yang dapat menyebabkan gemuk. Para pendonor tidak perlu menambah porsi makanan agar mempercepat proses pembentukan sel darah baru.

Mitos#5 Jika donor darah, saya rentan tertular penyakit seperti HIV/AIDS. Unit donor darah akan memastikan setiap prosedur pengambilan darah terjamin aman dari infeksi menular seperti HIV/AIDS, karena menggunakan jarum sekali pakai. Untuk memastikannya, Anda dapat meminta staf donor darah agar membuka jarum baru yang masih dalam kemasan dan disegel rapat dan membuangnya ke tempat khusus setelah dipakai di hadapan Anda.

Mitos#6 Punya penyakit diabetes, kolesterol, dan hipertensi tidak boleh mendonorkan darah. Kasus- kasus di atas bukanlah halangan bagi anda untuk mendonorkan darah. Anda tetap dapat donor darah sejauh syarat-syarat kesehatannya terpenuhi. Hanya saja pengguna insulin mungkin menjadi pengecualian. Obat-obat yang dikonsumsi untuk penyakit-penyakit tersebut umumnya juga tidak membuat anda ditolak sebagai pendonor.

Mitos#7 Disarankan untuk beristirahat sehari penuh setelah mendonorkan darah. Tidak ada larangan untuk melakukan aktifitas setelah donor darah.  Hanya saja sebaiknya pendonor tidak mengangkat beban berat pada tangan tempat pengambilan darah karena beresiko perdarahan pada area penusukan jarum. Selain itu, minumlah 10 sampai 12 gelas air dalam waktu 24 jam setelah donor darah.

Mengapa kita perlu donor darah

Konsultan bank darah di Medcity Moolchand New Delhi India Dr. Rani Prem Kumar dalam tulisannya menyebutkan, ternyata melakukan aktivitas sosial seperti donor darah juga bisa membuat kita memiliki tubuh yang sehat. Memang harus diakui khusus untuk wilayah Aceh, manfaat donor darah masih belum dikampanyekan secara tepat, sehingga masih banyak yang menganggap bahwa donor darah tidak memiliki dampak positif bagi kesehatan. Lantas apa saja manfaat kesehatan yang bisa kita dapatkan melalui donor darah secara rutin?

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa donor darah dapat membantu mengurangi kelebihan zat besi dalam darah. Kelebihan zat besi dalam tubuh bisa sangat berbahaya, karena sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Manfaat bagi kesehatan lainnya adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas medis sebelum dan sesudah donor darah akan membantu mendeteksi masalah kesehatan. Itu artinya anda juga sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, sebuah studi dari Miller-Keystone Blood Center menyebutkan rutin donor darah dapat menurunkan risiko kanker pada liver, paru-paru, usus besar, dan tenggorokan.

Banyak lagi manfaat donor darah lainnya. Selain menyehatkan, donor darah juga mempunyai nilai sosial yang sangat tinggi karena menolong orang lain dan akan berefek positif terhadap psikologis seseorang. Hasilnya, donor darah akan membuat hidup lebih bahagia, merasa tentram dan sehat. Jadi, mari kita donor darah.

Tujuh Mitos yang keliru seputar donor darah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s