#Tolikara Menangis


Tolikara Menangis

Lebaran kali ini serasa pedih banget.  Bagaimana tidak, sebuah mushalla di Kepulauan Papua di bakar dan dilempari persis saat umat muslim Papua wilayah #Tolikara melaksanakan ibadah shalat IED.

Serentak sejak mendengar itu aku ngga henti henti nyari berita tentang kejadian itu, sampai pada satu kesimpulan, saat itu warga sekitar #Tolikara sedang ada event Internasional semacam bedah Injil. Jadi ngga boleh ada perayaan agama lainnya.

Nah, coba deh di pikir. Apa bisa shalat IED atau hari raya Idul Fitri di undur atau dipercepat? Terus Umat muslim beribadah shalat Ied apa itu ngenaggu acara bedah Injil tsb? Aku yakin kita semua punya jawaban yang sama.

Oke sekarang coba lihat lagi. Saat WTC di Bom, gimana pemberitaan media. Jor jooran, muslim langsung di cap sebagai teroris. Padahal sampai sekarang itu pun tidak terbukti muslim yang melakukannya. Lihat juga Bom Bali. Embel embel muslim sebagai teroris semakin kentara. Belum lagi bagaimana Media cukup aktif memberitakan ini.

Kalau itu beda fin, itukan memakan korban jiwa yang banyak banget. Ini pembakaran mushalla di #Tolikara hampir ngga ada korban jiwa.

Guys, coba jawab ya. Berapa jumlah muslim di palestina yang di bantai? Berapa jumlah Muslim Rohingya yang terombang ambing di tengah laut? Berapa jumlah muslim di Iraq, Bosnia, Afganistan dll yang di bantai?

Sekarang jawab lagi. Pas ribuan bahkan jutaan umat muslim yang aku sebutin di atas dibantai. Siapa pelakunya? Ngga ada satupun yang muslim pelakunya. Terus pernah Media menyebut mereka teroris? Engga. Mereka cuma menyebut “sekelompok oknum”. Bahkan sering sekali headline berita di ganti.

miris banget ngeliatnya. Begaimana muslim di samakan dengan teroris pelaku kejahatan, media memberitan luar biasa. Tapi pembakaran mushalla di #Tolikara hanya sepintas lalu saja. Aku dan kita semua tentunya berdoa semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini. selain itu, semoga pula pemerintah sebagai pemegang mandat rakyak menindak setegas tegasnya pelaku kejadian tersebut.

Mari seluruh muslim kita bersatu dan bahu membahu. Bukan untuk membalas. Tapi untuk menjadi muslim yang sesungguhnya yaitu muslim yang Rahmatan lil Alamin. Untuk kita menjadi penyejuk dan rahmat bukan hanya untuk manusia tapi buat seluruh alam semesta dan isinya. Aamiin Ya Rabbal Alaamiin.

#Tolikara Menangis

One thought on “#Tolikara Menangis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s