Mimpi Indonesia yang Bukan Sekedar Fatamorgana


Indonesia BangkitAlhamdulillah pemilu yang merupakan pesta demokrasi Bangsa Indonesia telah selesai. Hiruk pikuk sana sini masih saja mengudara, namun kita patut bersyukur secara keseluruhan karena pemilu berjalan lancar dan damai. Melalui Pemilu ini ada pengharapan baru untuk para legislative dan eksekutif kedepan mampu mewujudkan mimpi seluruh warga Indonesia, yaitu mimpi Indonesia bersatu, berdaulat, adil dan makmuk, persis seperti tertuang dalam UUD 1945.

Indonesia Move On

Aku masih saja termenung di hadapan laptop, kejadian ini bermula saat aku membaca sebuah Blog yang membumingkan issue terkait kebangkitan Indonesia. Spontan muncul pertanyaan pertanyaan dalam pikiran ku, dengan bantuan mesin pencari Google, aku sangat menggebu gebu mencari jawaban untuk pertanyaan tersebut, tangan ku tak henti hentinya mengetik dari keyword ke keyword untuk mencari perihal; bagaimana mungkin sebuah Bangsa yang begitu beragam suku, agama, warna kulit, bahkan pemikiran dapat bersatu membangun Indonesia?

Apakah salah satu penyebabnya karena terlalu sibuk dengan memikirkan pengembangan golongan nya, Suku batak dengan bataknya, suku bugis sibuk dengan pengembangan sukunya, Jawa pun terlalu sibuk dengan Jawanya, yang kaya, yang dhuafa/miskin, yang konservatif, yang liberal dengan pengembangannya masing masing. Belum lagi kesenjangan sana sini. Antara kaya dan dhuafa, antara berpendidikan dan tidak, antara penguasa dan non penguasa, antar suku, agama, kelompok dan banyak lagi lainnya.

Spontan, aku merasakan kekakuan seluruh tubuh, bahkan otak ini seakan membeku sampai tak mampu menganalisa dan memikirkan apapun. Semua lamunanku untuk Indonesia seperti UUD 1945 selalu saja dipatahkan. Bangsa ini terlalu besar. Bangsa ini terlalu beragam, mustahil untuk bisa mempersatukannya.

indahnya-keberagaman-di-indonesiaDibalik lamunan ini, muncul secercik penerangan, mungkin bukan karena bangsa ini terlalu besar atau beragam, malainkan terlalu keras kepala untuk menerima perbedaan. Lamunanku pun berlanjut sampai kepada banyak sekali potensi keunikan dari orang orang yang berbeda. mestinya perbedaan akan melengkapi, bukan menghancurkan.

Akupun semakin semangat untuk menilik lebih jauh lagi, jika saja semua ego kepentingan di rendahkan dan rasa toleransi sesama ditingkatkan, sangat tidak berlebihan jika Negeriku Indonesia raya akan seperti butir butir Pancasila, dimana Indonesia menjadikan bangsanya ke dalam; (1) Ketuhanan yang maha esa (2) kemanusiaan yang adil dan beradat (3) persatuan Indonesia (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta (5) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Perasaan optimis akan masa depan mulai membakar diriku. Aku merasa lebih berenergik untuk menatap Indonesia yang lebih baik kedepannya. Aku yakin semua sektor di Indonesia akan berkembang, baik sektor kesehatan, sektor pendidikan dan sektor ekonomi.

Melalui sektor kesehatan, mimpi ku terseret kepada program kesehatan yang berbasis kepada promotif dan preventif. Bukan kepada kuratif dan paliatif. Aku memimpikan semua warga benar benar dijaga status kesehatannya agar tidak jatuh sakit, bahkan hal ini dapat direalisasikan sampai ke tingkat perifer. Apa ini berlebihan? Pemberdayaan masyarakat sampai ke setiap pelosok desa melalui program karang taruna, desa siaga dan banyak lagi lainnya yang dapat dilakukan. Masyarakat sudah seharusnya di ajak berpatisipasi aktif mengawal, menjalankan dan memecahkan prombematika yang terjadi.

Aku juga memimpikan program pendidikan tanpa adanya kesenjangan, semua berhak mendapatkan level pendidikan yang sama yang bertujuan mencerdaskan bangsa. Kelak dari situ akan lahir para Scientific handal Indonesia yang temuan temuanya menghiasi nobel dunia. Para ekonom brilian yang sentuhannya mampu meningkatkan perekonomian Indonesia menjadi negara adidaya. Para pemuda pemuda cerdas yang karyanya selalu mendapat sanjungan dunia. Para pemimpin Indonesia yang kepemimpinanya menjadikan warganya bersatu, berdaulat, adil dan makmur.  Dan Indonesia pun berubah menjadi magnet yang menarik minat wisatawan untuk berwisata dan belajar.

Aku bertekat untuk mewujukan mimpi Indonesia, mulai dari diri sendiri. Berpartisipasi aktif dalam pengembangan indonesia bagi setiap warganya adalah keharusan. Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan warganya. So, what should we do now? Berhentilah bertanya sahabat, mari perhatikan sekitar dan buatlah sesuatu untuk Indonesia.

Key word: #Dompet Dhuafa#IndonesiaMoveOn

Mimpi Indonesia yang Bukan Sekedar Fatamorgana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s