Saatnya pelayanan kesehatan bangkit


Pagi pagi sekali saya sudah bertolak ke bandara. Walau sangat kantuk, sepasang mata ini masih sempat menikmani panorama artistik disepanjang jalan, hamparan sawah hijau dengan latar perbukitan yang berhiaskan kabut tipis, sangat membuat saya terkesima. Pagi ini saya berancana meunuju Malaysia, tepatnya Pulau Penang. Sebuah Negara bagian Malaysia terkecil kedua setelah Perlis dengan luas 293 km², namun memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi. Negeri bagian ini juga memiliki persentase penduduk muslim dan Melayu terendah diantara negara-negara bagian di Malaysia lainnya.

Perjalan saya ini bertujuan untuk mencari tau perihal “Jika sakit, berobatlah ke Malaysia. Setidaknya check up kesehatan, semuanya lengkap disana dan berkualitas”. Inilah beberapa statement masyarakat Indonesia terkait dengan kesehatannya. Hampir 10 hari saya berlibur di sana. Tentunya tidak sepenuhnya bersantai santai, saya juga mempelajari dan mengutak-atik segala hal yang mendasari statement di atas. Selain menusuri beberapa tempat wisata dan mempelajari kebudayaan mereka, beberapa rumah sakit pun ikut saya ubek ubek. Dari penelusuran tersebut saya menemukan bahwa pelayanan prima menjadi keutamaan mereka. Bagaimana tidak. Mereka memiliki  (1) customer service yang selalu menjawab kebingungan pesakit dengan keramah tamahannya. (2) sistematika registrasi yang memberi kesempatan kepada pesakit untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menentukan berjumpa dengan ahli apa. (3) pengelolaan kasus secara multidisiplin. (4) ruang tunggu dan ruang konsultasi dengan fasilitas yang comfortable (5) seluruh tenaga medis dan staf rumah sakit yang hospitality.

Terkait dengan fasilitas pemeriksaan penunjang dan sarana terapetik yang Rumah sakit Malaysia miliki, tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Bahkan saya sempat bercerita dengan salah satu dokter ahli di salah satu rumah sakit Malaysia. Singkat cerita, Dia memaparkan kehebatan Rumah Sakit jantung harapan kita Indonesia, dengan fasilitas dan sumber daya manusia yang sangat berkualitas.

Kecendrungan saat ini, biaya pengobatan terjangkau serta pelayanan kesehatan yang hospitality menjadi pertimbangan krusial bagi pesakit untuk memilih mendapatkan akses pengobatan.  Realita nya, Pemerintah, khusus aceh telah menjamin akses kesehatan secara gratis bagi seluruh masyarakat, itu artinya masyarakat tidak dipusingkan lagi soal biaya pengobatan. Selain itu, Indonesia memiliki standarisasi pemeriksaan dan terapetik serta tenaga medis berkualitas. Mestinya, warga Negara Indonesia mempercayai pengobatan terhadap dirinya pada Negaranya sendiri, daripada Malaysia. Hasil wawancara saya dengan beberapa warna Indonesia yang saat itu saya jumpai sedang menjalani pengobatan di Malaysia mengatakan. Mereka berobat ke Malaysia atas dasar pelayanan yang berbalut keramahtamahan. Mereka juga berkata. “tidak masalah lebih mahal yang penting saya mendapatkan pelayanan prima”

Saat ini masyarakat Indonesia sangat mendambakan layanan kesehatan prima dengan balutan keramah tamahan. Impian itu sukses di renggut Malaysia dengan meyediakan program wisata kesehatan. Dari tahun ke tahun, statistik mencatat peningkatan kunjungan turis untuk wisata kesehatan ke Malaysia. Tercatat sekitar 410.000 turis yang berobat ke Malaysia pada tahun 2009, dari total kunjungan, 70% berasal dari Indonesia.

Program wisata kesehatan yang dijalankan Malaysia mendapat support dari semua kalangan. Artinya semua berpartisipasi dalam program ini. Pemerintah/kerajaan Malaysia sangat menjamin kelayakan hidup para pelaksana pelayanan kesehatan sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya dalam memberi pelayanan prima. Contoh berikutnya bagaimana seluruh elemen mendukung penuh program ini, masyarakat Malaysia sangat mematuhi segala peraturan yang ada. Seperti; buang sampah pada tempatnya, tidak merokok dan mematuhi peraturan jam besuk. Alhasil lumrah jika ruangan dan fasilitas mereka terus bersih dan terjaga.

Setiap kali saya menusuri beberapa rumah sakit di Indonesia, hati saya selalu berdesah “Rumah sakit ini memiliki segala yang rumah sakit Malaysia miliki. Saya pun bergumam, kini saatnya pelayanan kesehatan Indonesia bangkit!!. Dengan partisipasi multisektor, Aceh, juga bisa menjadi tujuan wisata kesehatan.

Saatnya pelayanan kesehatan bangkit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s