Sebuah hari untuk journey to lhokseumawe


Ini bukanlah sebuah cerita fiktif belaka yang biasa ditampilkan di awal atau di akhir setiap sinetron sebagai mukadimah yang diputarkan disetiap televisi swasta, ini merupakan sebuah kisah yang dilalui oleh seorang pria tampan dan bijaksana bernama Said Alfin Khalilullah yang saat ini sedang menunggu kelahiran seorang pasien ibu hamil di kamar bersalin, ya aku rasa dia emang sesuai banget dengan statement di atas.  kemudian juga diperankan oleh beberapa peran pembantu berupa Ika Sartika kumalasari yang juga merangkap sebagai peran utama ke dua, ada  vita siregar, wanita asli medan yang kepala nya sudah teruji seperti limbat karena tetap aja tidak geger walopun di hantam berbagai benturan, rina afriani, dia sedang kepikiran keluarganya yang sedang berurusan dengan pihak berwajib, mohon jangan di konotasikan sebagai keluarga kriminal karena ini hanya mendramatisisasi saja dan juga ngga ada maksud ngedoain ya rin. Serta ada nanda n bg afran, mudah mudahan hubungan kalian terus langgeng ya dan buat bg arfan “thanks banget udah mwu nyupiri kami semua”.

Hari itu tepat hari minggu pukul 7.01 WIB, lagu kangen band “yolanda” berbunyi di Hp ku, ringtone ini merupakan privacy ringtone kalo ika nelfon aku, pada saat yang sama juga aku lagi pulas pulasnya merasakan morning glory (menurut keterangan dosen ku saat kuliah morning glory adalah keadaan seorang pria puberitas tidur sendiri kemudian saat bangun pagi berdua). Ika menelfon untuk ngebangunin supaya siap siap terus karena dia mau jemput, aku pun dengan perasaan terseret seret harus segera menguatkan diri untuk mengakhiri morning glory dan bangkit untuk menghadapi hari ini. Ku awali rutinitas hari ini dengan mandi dan tidak lupa menggosok gigi, habis itu ku tolong ibu membersihkan tempat tidurku (sebuah pelajaran dari bu aminah seorang guru TK ku).

Kita semua udah punya global statement untuk mewujudkan sebuah aksi nyata berupa menghadiri pernikahannya mely dan bg khairul di komplek perumahan PT. ARUN Lhokseumawe. Mely adalah kakak kosnya ika, nanda ma rina. Sebenarnya ika, nanda, vita and rina secara meggemaskan, maaf aku harus berbohong untuk kali ini ngebuat genk dengan nama gacum, sebuah genk tanpa sara, kekerasan dan politik yang memiliki program kerja berupa ngerujak bareng n window shopping. Genk ini hanya berunsur keakraban, memiliki kepanjangan garing garing cup cup muuaaaacchparaah banget kan. mereka lah sebenarnya penggagas global statement di atas. Aku dan bg arfan sebagai korban dari aksi mereka.

08.30 WIB kami start perjalanan dengan aku dan ika duduk paling belakang, aku pun tak tahu kenapa ika selalu ingin duduk disamping ku dan bersanding bersama ku, aku merasakan sama sekali tidak keberatan sama hal ini, gimana ngga dia pinter mijit, bahu nya bisa jadi bantal kalo aku ngantuk nanti, dan tanpa alasan yang jelas dia itu selalu aja mengganggu aku, bahkan barusan aja aku harus menghentikan tulisan ini karena dia sms aku, “bubuul…tele k la, ada pulsa qe?” tapi yang anehnya lagi, aku selalu berharap diganggu dan nyaman banget disisi dia. Semoga password kita tetap terjaga ya ndut. Oke kita kembali ke perjalanan, sepanjang jalan rina, vita n ika sangat antusias dan bersemangat menceritakan pengalaman mereka selama menjalani siklus koas di bagian penyakit dalam, bg arfan pun sesekali ikut nambrung. Sementara aku begitu tersiksa, bagaimana ngga, apa mereka ngga ngerti kalo aku belum ngejalani stase di bagian itu, apa mereka ngga ngerti kalo mereka udah membuat barier untuk aku ngga bisa ikutan nimbrung, yaaah masa bodo buat aku, lagian saat itu aku juga merasa mules daripada aku tambah mules mending juga aku tidur.

Kini kami telah sampai di pernikahan nya mely dan bg khairul. Aku terkaget, bg khairul dengan pakaian adat bener bener tampan seperti Aladin dan permaisurinya, ada satu hal lagi yang menjadi pusat perhatian ku, akupun berharap sekali bisa foto bersama nya. Sesosok perias pengantin, pria yang sudah layak di panggil om dengan tingkah agak kemayu, paraaah!! bagiku dia begitu menggemaskan, dan ini tolong jangan di salah artikan. Aku terkaget lagi dengan parodi parodi yang betul betul menghibur, salah satunya saat sang permaisuri merajuk karena di tinggal lari pangeranyanya, bg khairul langsung lari dari stage karena takut disuru duet nyanyi lagi. Selain itu, saat ngantri ambil makanan, ika spontan bilang “buul.. kancing celana qe kebuka tu”, busheet deeh!!, serus nduut,  Aku kaget dan panik, aku harus melalui orang orang ramai dengan jarak 100 meter, aku ngga mungkin repair disini semua bakal liat, aku bakal lebih malu lagi, ika hanya tersenyum, aku tau padahal hatinya begitu bahagia melihat aku malu kayak gini. Aku mulai berjalan dengan aneh banget, aku sengaja mempersempit gerak supaya area itu bisa tidak terlalu lebar terbuka sehingga tersamar dan aku yakin banget kalo orang pasti melihat gaya jalan yang begitu kemayu dan aneh banget, Sampai di tempat duduk ika bilang, “maap ya buul, tadi tu Cuma boong”. aku sadar sekarang, aku berdosa sama perias pengantinnya, maafkan aku om!!

Ini merupakan kali pertama aku menginjakkan kaki di PT.ARUN, sebuah komplek pabrik gas yang ada di Aceh dengan pegawai berjumlah ribuan. Komplek ini memang seperti yang aku bayangkan dan orang orang sebutkan, menurutku ini ideal banget, meskipun terasa sepi tapi aku senang tempat ini. Daun daunan yang masih memenuhi komplek, rumput yang begitu rapi dan sesekali suara burung burung yang berada di alam bebas. Ternyata saat kita berada pada fase jenuh dengan aktifitas harian. Sesekali melakukan hal konyol seperti pergi ketempat yang tidak pernah kita kunjungi membuat kita mendapat sentuhan baru dan semangat baru.

Sebuah hari untuk journey to lhokseumawe

3 thoughts on “Sebuah hari untuk journey to lhokseumawe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s