Pelajaran dari sebuah perpisahan


Banyak yang bilang kalo mwu nulis ya nulis aja apa yang sedang lo dirasakan…terus kalo perasaan aq lagi capeek, ngantuk, sluruh tubuh pegal plus kekenyangan sampe stomach ini smakin seksi, apa yg harus aq tulis coba…. Yang ada juga semakin membuat yang baca malas trz langsung ngga ngelanjutinnya….but do not worry…we do not discus about capek, pegal dll itu smua….Tapi tetap aq bakal nulis apa yang sedang aku rasain skarang…oHya sebelumnya buat sesama agama ISLAM aq mengucapkan slamat hari raya idul fitri, smoga kemenangan untuk menjadi suci kembali dapat kita raih stelah berpuasa dan melawan hawa nafsu serta beribadah di bulan ramadhan…dan smoga Allah SWT mempertemukan kita di ramadhan taon depan…amiieen…..

Udh 5 taon sejak tsunami mlanda aceh dn sktarny… ritual lebaran ku berubah coz of that disaster…hampir semuany kelurga ku menjdi korban….biasanya di pagi idul fitri stelah shalat ied, sungkeman ma ortu, ziarah kubur… aq, ortu n adek2 ku langsung bersilaturahmi ke seluruh keluarga2 ku…langkah langkah disertai kebahagian yang di bungkus dengan pakaian baru serta pikiran akan salam tempel….. aq pun melangkah dengan pasti..setiap rumah yang akan aq kunjungi sudah terbayang, menu hidangan yang akan disajikan dan yang akan ku pilih..setiap rmh memiliki karakter dan setiap rumah memliki kebahagian masing2…semua nya terbungkus menjadi satu..satu rasa untuk seluruh perasaan…bahagia yang tak terbendung..aq pun tak pernah berfikir kebahagian itu ternya hanya berakhir di pengujung 2004…sejak itu semua berubah tak ada lagi kebahagiaan itu, tak ada lagi langkah pasti itu… hanya tinggal kami kami segelintir kecil sisa sisa keluarga yang dan berbenah untuk meneruskan pesan pesan mereka yang telah meninggalkan kami….

Pesan yang aku rasa meskipun tidak pernah disebutkan tapi aku yakin bgt itu adalah harapan harapann mereka yang ud duluan menghadap yang maha kuasa… “teruskan tali silaturrahmi ini” ya ini lha landasan yang terus kami jaga sampe saat ini, meskipn tak seindah dulu tapi aq tau bahwa silaturhmi yang seperti ini lha yang sangat baik saat ini…dan aku yakin bgt bahwa suatu saat nanti, anak anak kami nanti akan merasakan hal itu….pelajaran yang aku dapat dari sini adalah pertama kekeluargaan dan kebersamaan itu tak ternilai harganya dan kedua bahwa bukan salam tempel atau ketupat lebaran lha yang menghadirkan kebahagiaan……

Dan kini setelah 5 tahun, berarti sudah 9 lebaran aq lewati dengan suasana yang bgini,…aq pn slalu merindukan dan slalu terbayang oleh ku kebersamaan itu……

Itu ada sedikit cerita pengantar karena sebenarnya perasaan ini pingin aq lepaskan..perasaan yang terus terus memperlihatkan dirinya seolah memaksaku untuk termenung dan bersedih…tapi aq twu tak ada gunanya bersedih dan terus memikirkan yang lalu..bagiku itu adalah sepenggal kecil bagian hidupku..dan aq harus siap menatap hidup saat ini. bukankah perpisahan mengajarkan kita untuk terus tegar!!

Pelajaran dari sebuah perpisahan

One thought on “Pelajaran dari sebuah perpisahan

  1. Ikum says:

    Trnyata pgalaman desmbr’04 msi sangat mmbekas d’hti,,seolah2 ditamplkn lg ktika mliht gmpa d’pdg barusn,,

    ada duka krn ada bhagia,
    ada hidup krn ada mati,
    n ada khdpn skrg krn ada ms lalu,,
    hidup ini layakna buku dgn krts2 kosong n qt yg memegang penanya,,jadikn kisah yg prnah t’tulis utk mnuliskn kisah yg lbh indh d’hlmn kosong brikutna,,

    curahan hti yg sangad manusiawi,likes this!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s