Joyful, Ramadhan is coming


Beragam penelitian yang sudah dilakukan secara masif mengkonfirmasi bahwa pribadi yang memelihara “puasa” terbukti bakal lebih sehat, memiliki ketangguhan mental dan karena nya bakal gampang meraih sukses hidup yang di inginkan.

Ada banyak keuntungan hidup yang kita dapat saat jiwaraga kita melaksanakan ibadah puasa ramadhan, namun kali ini bakal di ceritaan 2 saja.

Bulan dengan bonus pahala. Jangankan seminggu, atau sehari, sedetik pun kita lalai dengan ramadhan, bakal rugiii banget. Bayangin aja nafas bagai zikir, tidur bernilai ibadah. Apalagi ibadah wajib dan sunah yang kita geberr. Beeh, pooll pahalanya. Belum lagi bulan serba baik untuk berdoa. Jangan sia siain, beneran rugi

Gratitude. Puasa juga sebagai wujud ujian ke ikhlasan kita kepada sang maha pencipta untuk benar benar menahan diri dari sekujur rayuan hawa nafsu. Ikhlas menahan dahaga, ikhlas dari pendengaran atau perkataan bahkan penglihatan yang secara massif membombardir keimanan kita.

Saat kita ikhlas dengan segala ketentuan sang maha Pencipta yaitu Allah SWT, saat itu pula keberkahan terus mengalir ke sekujur tubuh ini. Selain itu studi ilmiah juga menyebutkan derajat produktifitas kerja dan kebahagiaan bakal naik satu frekuensi dengan rasa syukur yang kita lakukan.

Mudah mudahan ini bisa jadi memori yang terus berbekas di saya

Dan, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan. Mudah mudahan keteduhan batin terus mengalir ke seluruh aliran darah kita yang dapat membuat kita merasa damai, teduh dan bahagia dalam naungan ISLAM.

Mudah mudahan pula di bulan ini kita bisa belajar untuk merasa kenikmatan tetesan air wudhu di keheningan fajar sebab hendak shalat tahajud; atau ketenangan batin saat mengaji setiap setelah shalat fardhu; dan kebahagiaan yang sempurna saat tangan ini mengulurkan sedekah yang pahala nya berlipat lipat ganda.

Nb; tulisan ini pengingat nih buat saya sendiri. Ingatin terus saya ya. Saya mohon doanya juga.

Salam sukses, berkah, barokah

Joyful, Ramadhan is coming

Rahasia di balik alfinzone.wordpress.com


Seperti biasa, di sebuah ruang yang ber ukuran sekitar 3 x 2 meter, penuh dengan meja, kursi, lemari dan tumpukan berkas berkas pekerjaan. Yah, beginilah secara sekilas sebuah ruangan kerja ku. Tempat dimana aku sering menghabiskan waktu untuk membaca, menulis, melamun bahkan tidur sambil menunggu para pendonor.

Hari ini, diruang yang aku sebut di atas, aku kembali memuaskan hasrat otak ku agar aku kembali menulis di blog ini.

Yah, apa lagi kalo bukan seperti sebelumnya, blog ini aku peruntukkan untuk nulis aja apa yang kepikiran. Paling engga nanti blog ini bakal jadi documenter tentang pemikiran, pandangan dan bisa jadi curahan hati seorang ABG aga alay yang bernama Alpin.

Tapi sekarang semua nya berubah Vrooh!!

Berubah karena aku tersadar, kalo tulisan bisa menjadi viral yang bakal lebih cepat menyebar kemana pun ngalah ngalahin virus ZIKA. Hari demi hari aku ngeliat statistik pengunjung blog ku. Perlahan tapi pasti mulai dari tanpa pengunjung, kini ada sekitar 20 an per hari. Yah, semoga aja mereka memang beneran niat mampir bukan kesasar.

Bayangin aja, aku harus berkoar koar ke orang orang, aku temui satu persatu sampai 20 an orang untuk nyampain gagasan atau ide gila ku setiap hari. Mana mungkiiin bisa. Aku punya pekerjaan yang menumpuk, aku punya keluarga, aku punya kasur untuk kutiduri. Yah, blog ini lah solusi ku.

Kalian para tamu-tamu terbaikku membuat ku tersadar. Aku harus meramu ulang blog ini, aku harus lebih serius lagi menulis agar banyak pesan yang bermanfaat dari setiap tulisan ku. Harapannya, aku bisa menghasilkan sesuatu yang terbaik untuk dunia ini, untuk saudara saudara ku dan untuk anak cucu ku. Tjakeepp.

Aku Said Alfin Khalilullah

Dengan segala yang Allah SWT karunia kan untukku, sungguh sangat ngga ingin ku sia siakan. Aku ingin berkontribusi untuk mu Negeri melalui apapun; blog kah, atau yang lain kah. Begitu juga aku ingin ber interaksi dengan kalian semua, berkolaborasi bersama untuk satu mimpi. Mimpi menjadi Hamba Allah SWT yang di Ridhai NYA dan Mimpi membuat Indonesia bahkan dunia menjadi lebih baik,

And, finally, welcome to this site and also I am as a host in this blog very happy to see you there. I hope you can find something living value and share it to other. Furthermore, for a reason, this blog also as proof of the existence of a man named Alpin to become an inspiration to many people. Enjoy!!

Note: Jangan protes English nya !!!

Rahasia di balik alfinzone.wordpress.com

Tujuh Mitos yang keliru seputar donor darah


mitos-dan-fakta

Tentu kita sadar bahwa sampai saat ini ketersediaan stok darah untuk di transfusikan kepada yang membutuhkan sering tidak tersedia. Bahkan sangat sering ketidaktersediaan stok darah mengakibatkan upaya penyelamatan nyawa seseorang jadi terhalang.

Kejadian demi kejadian di atas menyebabkan munculnya pertanyaan dari semua pihak. Bagaimana cara agar ketersediaan darah dapat terpenuhi?. Mengacu pada pertanyaan tersebut kita harus paham bahwa, darah adalah produk yang tidak bisa disintesis atau dibuat, ketersediaan darah sangat bergantung pada pendonor darah sukarela. Untuk itu meningkatkan jumlah pendonor sukarela adalah satu satu nya solusi.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa donor darah adalah perbuatan mulia dan kita semua ingin melakukannya, tetapi kadang beberapa orang justru takut atau bahkan tidak mau melakukannya karena dihantui adanya mitos seputar donor darah. Untuk menyamakan persepsi kita semua, penulis mencoba mengangkat beberapa mitos terkait donor darah agar para pembaca bisa mencermati sendiri.

Mitos yang keliru

Mitos#1 Kesehatan akan menurun setelah donor darah akibat kekurangan darah. Jumlah darah yang diambil saat mendonorkan darah sebayak 350 s/d 450 cc. Itu artinya, dengan estimasi volume darah dewasa sejumlah 5000 cc, maka hanya sekitar 7 sampai 9 persen darah yang di donorkan. Secara fisiologis, gangguan fungsi tubuh akibat kehilangan darah terjadi apabila kehilangan darah sebanyak 20 persen dari total darah tubuh. Atas dasar di atas, donor darah aman dan tidak akan menimbulkan keluhan. Namun, sebagian kecil orang cendrung merasa lemas, pusing, mual setelah mendonorkan darah. Kejadian itu sering muncul akibat persepsi yang terbentuk di awal, sehingga tubuh merespon munculnya keluhan tersebut. Jangan khawatir, jika keluhan tersebut muncul, dapat diatasi dengan berbaring sesaat sekitar 10 menit paska donor serta dengan mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Seorang ahli gizi dari Snap Fitness India, Annapurna Agrawal menyarankan, “Sebelum donor, pastikan cukup minum air. Ini akan membuat tubuh terus terhidrasi dan mengurangi lemas yang mungkin di rasakan setelah donor.”

Mitos#2 Tipe golongan darah termasuk tipe umum, jadi saya tidak perlu mendonorkan darah karena hanya akan berlebihan. Setiap darah yang ditransfusikan kepada yang perlu harus memenuhi syarat kecocokan seperti sama tipe golongan darah. Untuk itu, justru jika golongan darah anda termasuk tipe umum, berarti akan ada lebih banyak jumlah orang yang membutuhkan golongan darah Anda.

Mitos#3 Ketika berpuasa tidak boleh donor darah. Data dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, jumlah pendonor di bulan puasa turun hingga 60 persen dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, sama pula halnya yang terjadi di daerah kita, Aceh. Secara medis, donor darah tetap dapat dilakukan selama puasa, hanya saja ada beberapa persyaratan tambahan yang harus dipenuhi, diantaranya; cukup makan minum saat sahur dan berbuka, dan sebaiknya mendonorkan darah di malam hari.

Mitos#4 Donor darah secara teratur dapat menyebabkan obesitas. Proses pembentukan kembali komponen darah yang telah kita donorkan justru malah membakar kalori. Maka secara teoritis tidak ada keterkaitan antara kegemukan dan donor darah. Permasalahannya, pendonor cendrung akan makan lebih banyak setelah donor darah, inilah yang dapat menyebabkan gemuk. Para pendonor tidak perlu menambah porsi makanan agar mempercepat proses pembentukan sel darah baru.

Mitos#5 Jika donor darah, saya rentan tertular penyakit seperti HIV/AIDS. Unit donor darah akan memastikan setiap prosedur pengambilan darah terjamin aman dari infeksi menular seperti HIV/AIDS, karena menggunakan jarum sekali pakai. Untuk memastikannya, Anda dapat meminta staf donor darah agar membuka jarum baru yang masih dalam kemasan dan disegel rapat dan membuangnya ke tempat khusus setelah dipakai di hadapan Anda.

Mitos#6 Punya penyakit diabetes, kolesterol, dan hipertensi tidak boleh mendonorkan darah. Kasus- kasus di atas bukanlah halangan bagi anda untuk mendonorkan darah. Anda tetap dapat donor darah sejauh syarat-syarat kesehatannya terpenuhi. Hanya saja pengguna insulin mungkin menjadi pengecualian. Obat-obat yang dikonsumsi untuk penyakit-penyakit tersebut umumnya juga tidak membuat anda ditolak sebagai pendonor.

Mitos#7 Disarankan untuk beristirahat sehari penuh setelah mendonorkan darah. Tidak ada larangan untuk melakukan aktifitas setelah donor darah.  Hanya saja sebaiknya pendonor tidak mengangkat beban berat pada tangan tempat pengambilan darah karena beresiko perdarahan pada area penusukan jarum. Selain itu, minumlah 10 sampai 12 gelas air dalam waktu 24 jam setelah donor darah.

Mengapa kita perlu donor darah

Konsultan bank darah di Medcity Moolchand New Delhi India Dr. Rani Prem Kumar dalam tulisannya menyebutkan, ternyata melakukan aktivitas sosial seperti donor darah juga bisa membuat kita memiliki tubuh yang sehat. Memang harus diakui khusus untuk wilayah Aceh, manfaat donor darah masih belum dikampanyekan secara tepat, sehingga masih banyak yang menganggap bahwa donor darah tidak memiliki dampak positif bagi kesehatan. Lantas apa saja manfaat kesehatan yang bisa kita dapatkan melalui donor darah secara rutin?

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa donor darah dapat membantu mengurangi kelebihan zat besi dalam darah. Kelebihan zat besi dalam tubuh bisa sangat berbahaya, karena sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Manfaat bagi kesehatan lainnya adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas medis sebelum dan sesudah donor darah akan membantu mendeteksi masalah kesehatan. Itu artinya anda juga sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, sebuah studi dari Miller-Keystone Blood Center menyebutkan rutin donor darah dapat menurunkan risiko kanker pada liver, paru-paru, usus besar, dan tenggorokan.

Banyak lagi manfaat donor darah lainnya. Selain menyehatkan, donor darah juga mempunyai nilai sosial yang sangat tinggi karena menolong orang lain dan akan berefek positif terhadap psikologis seseorang. Hasilnya, donor darah akan membuat hidup lebih bahagia, merasa tentram dan sehat. Jadi, mari kita donor darah.

Tujuh Mitos yang keliru seputar donor darah

#Tolikara Menangis


Tolikara Menangis

Lebaran kali ini serasa pedih banget.  Bagaimana tidak, sebuah mushalla di Kepulauan Papua di bakar dan dilempari persis saat umat muslim Papua wilayah #Tolikara melaksanakan ibadah shalat IED.

Serentak sejak mendengar itu aku ngga henti henti nyari berita tentang kejadian itu, sampai pada satu kesimpulan, saat itu warga sekitar #Tolikara sedang ada event Internasional semacam bedah Injil. Jadi ngga boleh ada perayaan agama lainnya.

Nah, coba deh di pikir. Apa bisa shalat IED atau hari raya Idul Fitri di undur atau dipercepat? Terus Umat muslim beribadah shalat Ied apa itu ngenaggu acara bedah Injil tsb? Aku yakin kita semua punya jawaban yang sama.

Oke sekarang coba lihat lagi. Saat WTC di Bom, gimana pemberitaan media. Jor jooran, muslim langsung di cap sebagai teroris. Padahal sampai sekarang itu pun tidak terbukti muslim yang melakukannya. Lihat juga Bom Bali. Embel embel muslim sebagai teroris semakin kentara. Belum lagi bagaimana Media cukup aktif memberitakan ini.

Kalau itu beda fin, itukan memakan korban jiwa yang banyak banget. Ini pembakaran mushalla di #Tolikara hampir ngga ada korban jiwa.

Guys, coba jawab ya. Berapa jumlah muslim di palestina yang di bantai? Berapa jumlah Muslim Rohingya yang terombang ambing di tengah laut? Berapa jumlah muslim di Iraq, Bosnia, Afganistan dll yang di bantai?

Sekarang jawab lagi. Pas ribuan bahkan jutaan umat muslim yang aku sebutin di atas dibantai. Siapa pelakunya? Ngga ada satupun yang muslim pelakunya. Terus pernah Media menyebut mereka teroris? Engga. Mereka cuma menyebut “sekelompok oknum”. Bahkan sering sekali headline berita di ganti.

miris banget ngeliatnya. Begaimana muslim di samakan dengan teroris pelaku kejahatan, media memberitan luar biasa. Tapi pembakaran mushalla di #Tolikara hanya sepintas lalu saja. Aku dan kita semua tentunya berdoa semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini. selain itu, semoga pula pemerintah sebagai pemegang mandat rakyak menindak setegas tegasnya pelaku kejadian tersebut.

Mari seluruh muslim kita bersatu dan bahu membahu. Bukan untuk membalas. Tapi untuk menjadi muslim yang sesungguhnya yaitu muslim yang Rahmatan lil Alamin. Untuk kita menjadi penyejuk dan rahmat bukan hanya untuk manusia tapi buat seluruh alam semesta dan isinya. Aamiin Ya Rabbal Alaamiin.

#Tolikara Menangis